Kolaborasi Seniman Indonesia-Inggris, Angkat Instalasi Interaktif

Seni instalasi bambu di kawasan Bundaran HI, ilustrasi - Foto: Dok. CDN

JAKARTA — Empat seniman Indonesia akan berkolaborasi dengan seniman asal Inggris untuk menciptakan sebuah karya seni instalasi interaktif terkait ruang di Toxteth, kota Liverpool di Inggris.

Menurut keterangan dari British Council, kolaborasi tersebut akan mengusung nama Aurora, dan instalasi ini secara khusus dibuat dengan cara memberikan respon terhadap ruang melalui berbagai teknik kesenian dalam sebuah tempat penampungan air berusia tua di Toxteth, Liverpool, yang bernama Toxteth Reservoir.

Aurora sendiri merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian perayaan 10 tahun Liverpool menjadi pusat kesenian Eropa atau ‘European Capital of Culture’.

Seniman-seniman Indonesia yang akan berkolaborasi dalam pembuatan instalasi ini adalah Abshar Platisza, Bagus A. Pandega, Etza Meisyara, Digital Nativ oleh Miebi Sikoki dan Rudy Nurhadi, yang telah bertolak ke Liverpool pada 25 Agustus untuk memulai proses kreatifnya.

Para seniman Indonesia yang akan berkreasi di proyek Aurora merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara itu, seniman dari Inggris akan diwakili oleh Invisible Flock, kelompok seniman dari kota Leeds yang fokus pada kesenian interaktif dengan menggunakan teknologi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program seni dan budaya antara Indonesia dan Inggris yang diselenggarakan oleh British Council, bertajuk UK/ID 2016-2018, yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada April 2018 di Inggris.

Direktur Seni dan Industri Kreatif British Council Indonesia, Adam Pushkin mengatakan bahwa Aurora merupakan sebuah wadah kreatif bagi para seniman, dengan latar belakang budaya yang berbeda, untuk berkreasi dan menanggapi situasi sekitarnya melalui seni.

Lihat juga...