28 Tahun Jatuh Bangun Tekuni Usaha Batako

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Keberadaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Sikka tidak terlepas dari, salah satunya, sosok Lambertus Tae. Seorang lelaki perantauan asal Sumba yang merintis usaha pembuatan batako dan paving block.

“Saya termasuk orang yang pertama mendirikan usaha ini sekitar tahun 1990 dan sampai sekarang terus bertahan,” sebut Lambertus Tae, Selasa (18/9/2018), sore, di tempat usahanya di Kelurahan Waioti, Kota Maumere.

Usaha pembuatan batako dan paving block, kata Lambertus, sudah diwariskan kepada anak lelakinya yang mengurus. Sebab dirinya sudah tua dan hanya memantau saja perkembangan usahanya.

“Semua pekerjaan soal usaha ini silakan tanya saja kepada anak saya. Sebab, sekarang saya sudah mempercayakan dirinya yang mengurus semua,” sebut Lambert, sapaannya.

Produksi Rutin

Usaha yang kini ditekuni Fridolia Marselus Bria, anak lelaki Lambert, saat ini produknya sudah mencapai sekitar 20-an jenis, baik batako, paving block, batu roaster, hingga gorong-gorong.

“Produknya ada sampai 20-an jenis dan yang paling banyak dibeli batako, paving block maupun batu roaster. Baik untuk perorangan atau rumah pribadi maupun pengerjaan proyek-proyek pemerintah,” sebut Rido, sapaannya.

Fridolia Marselus Bria, pemilik usaha batako meneruskan usaha yang dirintis orang tuanya. Foto : Ebed de Rosary

Untuk perorangan, terang Rido, pemesanan bisa mencapai seribu buah. Sementara untuk proyek tertentu bisa belasan ribu buah. Untuk perorangan yang banyak dipesan yaitu batu roaster yang dipakai ventilasi rumah.

“Kalau pesanan dari kontraktor yang mengerjakan proyek, yakni gorong-gorong paving block dan batako. Kami rutin produksi setiap hari mengandalkan 8 tenaga kerja produksi agar stok produk tetap ada,” ungkapnya.

Lihat juga...