KKP Tangkap Empat Kapal Perikanan Asing Berbendera Malaysia

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan selama dua pekan pertama Februari 2019 telah menangkap sebanyak empat kapal berbendera Malaysia, yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di kawasan perairan Indonesia.

“KKP kembali menangkap satu kapal perikanan asing berbendera Malaysia. Tangkapan ini menambah tiga kapal berbendera Malaysia yang ditangkap oleh armada kapal pengawas perikanan KKP pada periode sebelumnya,” kata Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Nilanto Perbowo, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Ia memaparkan, penangkapan terbaru dilakukan armada kapal KKP yaitu KP Hiu 08 pada 13 Februari 2019 di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 571 Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Selat Malaka terhadap KM PKFB 1689.

Kapal yang ditangkap tersebut memiliki bobot 56,05 gross ton (GT) dengan nakhoda berkewarganegaraan Thailand dan tiga anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Kamboja.

Kapal tersebut ditangkap karena melakukan kegiatan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah dari Pemerintah RI serta menggunakan alat tangkap trawl yang dilarang Pemerintah Indonesia.

Selain itu, kapal tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Pada saat yang bersamaan, KP Hiu 08 juga mendeteksi adanya satu kapal berbendera Malaysia lainnya yang sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan trawl di WPP-NRI 571.

Lihat juga...