Petrokimia: Pemupukan Berimbang Tingkatkan Produktivitas
SURABAYA – Pemupukan berimbang yang digagas PT Petrokimia Gresik bersama mitra Petroganik, distributor, dan pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mampu meningkatkan hasil panen di Kampung Petroganik, Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh.
Direktur Pemasaran PG, Meinu Sadariyo, dalam keterangan persnya mengatakan, panen raya telah dilakukan di Kampung Petroganik, dan produktivitasnya mencapai 11,5 ton per hektare, atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan panen lahan di sekitarnya yang hanya 6,5 hingga 7 ton per hektare, atau ada peningkatan 35 persen.
Ia mengatakan, Kampung Petroganik merupakan program edukasi, sosialisasi, dan promosi yang diinisiasi oleh mitra produksi Petroganik, bekerja sama dengan distributor Petrokimia Gresik untuk petani yang berada di wilayahnya.
Program ini telah berjalan sejak 2014, tujuannya untuk membina petani padi, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan benih unggul, pola pemupukan, hingga panen.
“Kampung Petroganik juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap Program Peningkatan Produksi Pangan atau P4 milik pemerintah, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas melalui pengawalan kegiatan budi daya pertanian,” katanya, Senin (11/3/2019).
Meinu mengatakan, program ini merupakan sarana untuk mengubah pola pikir dari semula hanya menggunakan pupuk anorganik, kini menerapkan pemupukan berimbang, yaitu dengan menambahkan pupuk organik dalam setiap budi daya pertanian.
“Pemupukan berimbang merupakan perpaduan antara pupuk organik, yang berfungsi memperbaiki kesuburan tanah, dengan pupuk anorganik sebagai penyedia unsur hara tanaman,” katanya.
Pola pemupukan berimbang yang direkomendasikan oleh Petrokimia adalah 5:3:2, yaitu 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK Phonska, dan 200 kg pupuk Urea untuk setiap satu hektare lahan sawah.