Pasca-Libur Panjang Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 di Jabar
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
“Kalau kita lihat per 11 November total kasus terjadinya kenaikan cukup banyak juga. Tapi tidak sebanyak pada libur panjang bulan Agustus. Saya kira cukup berhasil juga teman-teman sekalian melakukan penanganan,” jelas Luhut melalui video conference tersebut.
Menjadi catatan juga, jumlah laporan operasi yustisi 3M di Jabar menurun 16 persen dari asalnya 160,9 ribu menjadi 135 ribu, sehingga wajar ada peningkatan kasus positif hingga 41 persen. Jabar menempati urutan kedua peningkatan kasus positif pasca-libur panjang di bawah Jateng (49 persen), di atas DKI Jakarta (14 persen), dan Jatim (5 persen).
Namun, hingga hari ini tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di keempat provinsi tersebut cukup terkendali, yakni di bawah 65 persen.
Untuk itu, mengingat masih ada potensi peningkatan jumlah kasus dalam beberapa minggu mendatang, Luhut meminta para kepala daerah memastikan ketersediaan ruang ICU dan tempat isolasi terpusat.
“Dirjen Yankes, Dirjen Farmalkes, Kementerian Kesehatan RI, mohon pastikan ketersediaan obat dan alat di rumah sakit rujukan agar angka kematian dapat ditekan,” pintanya.
Selain itu, untuk menekan terjadinya penularan di dalam rumah, pemerintah daerah juga perlu terus mendorong penggunaan fasilitas isolasi terpusat bagi pasien bergejala ringan atau tidak bergejala. Luhut meminta Kementerian Kesehatan menyusun pedoman tertulis tentang isolasi terpusat yang dapat diikuti oleh pemda.
“Perlu dilakukan testing dan tracing yang tepat sasaran, berdasarkan analisis klaster untuk secepatnya memutus mata rantai penularan COVID-19,” tutupnya.