Pedagang Sebut Penjualan Tahu Gejrot di Jaktim Turun Selama Pandemi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Nejmi Syahab (27) pemilik Tahu Gejrot Nyelekit yang berlokasi di Jalan Inpres Raya Nomor 5 Keramat Jati, Jakarta Timur mengungkapkan, peminat makanan khas asal Kota Cirebon itu masih cukup tinggi.
Sebelumnya, ia bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp500 ribu dalam sehari. Namun selama masa pandemi ini, penghasilannya rata-rata menurun hingga 50 persen.
“Alhamdulillah sih, selama 1 tahun ini julanan pelanggannya lumayan. Untuk ukuran makanan kaya Tahu Gejrot bisa dapat Rp500 ribu perhari lumayan lah. Cuma memang selama pandemi ini agak menurun, pembelinya lebih banyak dari ojek online,” ujar Nejmi saat ditemui di warungnya, Selasa (17/11/2020) di Jakarta.
Nejmi mengatakan, tujuan utamanya menjual Tahu Gejrot bukan semata-mata ingin mendapatkan keuntungan, namun ia juga memiliki keinginan untuk melestarikan makanan khas nusantara di tengah semakin beragamnya varian kuliner di Indonesia, khususnya di Jakarta.
“Saya udah survei di wilayah Condet hampir tidak ada yang jual Tahu Gejrot. Kalau pun ada itu jarang banget, dan rata-rata penjual Tahu Gejrot itu kan pakai gerobak keliling, kalau saya menetap di sini, jadi lebih gampang dijangkau,” tukas Nejmi.
“Kira benar-benar perlu merawat makanan tradisional. Merawatnya dengan macam-macam cara, seperti saya menjual ini. Jangan sampai generasi penerus kita ini tidak suka lagi makanan tradisional, padahal disamping enak, juga sehat,” sambung Nejmi.
Adapun harga satu porsi Tahu Gejrot Nyelekit sebesar Rp10 ribu. Untuk pembelian melalui aplikasi harganya sedikit lebih mahal, yakni Rp14 ribu. Pembeli dapat memesan tingkat kepedasan Tahu Gejrot Nyelekit tanpa ada batas maksimal cabainya.