Pupuk Kujang Klaim Sudah Salurkan Pupuk Bersubsidi Sesuai E-RDK
JAKARTA – Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kujang menyampaikan, alokasi pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah tersalurkan sesuai data sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).
“Gambaran informasi yang didapat di lapangan untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, angka penyaluran pupuk subsidi baik urea, NPK, organik sudah disalurkan sesuai data e-RDKK,” kata Superintendent Hubungan Eksternal PT Pupuk Kujang, Nilasari Handiani, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (21/12/2020).
Pernyataan itu sekaligus menepis isu petani di Kabupaten Sukabumi yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, khususnya jenis NPK pada akhir tahun ini.
Nilasari menjelaskan, pihaknya selaku produsen yang bertugas menyalurkan pupuk bersubsidi wajib menjalankan penugasan tersebut sesuai alokasi dan aturan yang berlaku.
“Penyaluran pupuk subsidi ke Kabupaten Sukabumi berdasarkan e-RDKK telah mencapai 100 persen,” paparnya.
Kendati demikian, PT Pupuk Kujang telah menyediakan pupuk nonsubsidi di kios-kios pupuk demi mengantisipasi kebutuhan petani.
“Kami tidak bisa menyalurkan pupuk subsidi di luar e-RDKK. Alternatifnya, menggunakan pupuk nonsubsidi,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, menyampaikan, terjadinya kesulitan pupuk pada kuartal ke tiga 2020 ini karena alokasi pupuk NPK yang berkurang. Kemudian permasalahan lainnya terjadinya lonjakan luas areal tanam pada 2020.
Seperti pada luas tanam padi bertambah 12.500 hektare, jagung bertambah 12.500 hektare, dan tanaman pangan lainnya hampir 5.000 hektare.
Tanaman padi terjadi lonjakan tanam pada Oktober dan November seluas 6.500 hektare, dari sasaran yang sudah ditetapkan, yaitu 41.500 hektare sehingga realisasinya 48.000 hektare.