Harga Emas Menguat di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran Inflasi

“Ada lebih banyak penghindaran risiko di pasar dan emas diuntungkan dari itu, ditambah dengan kekhawatiran tentang inflasi dan pendinginan ekonomi global,” kata analis Commerzbank Daniel Briesemann.

Jika pembicaraan stagflasi makin mengemuka, kata Briesemann, emas bisa mencapai 1.900 dolar AS di akhir tahun karena suku bunga akan tetap relatif rendah, bahkan ketika Fed mulai melakukan tapering.

Fokusnya pada risalah dari pertemuan kebijakan Fed 21—22 September dan indeks harga konsumen, keduanya akan dirilis pada hari Rabu waktu setempat.

Emas juga mendapat dukungan setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2021 dan 2022.

Dalam laporan World Economic Outlook yang dirilis pada hari Selasa (12/10/2021), IMF mengatakan bahwa mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 5,9 persen tahun ini, turun 0,1 poin persentase dari perkiraan Juli, dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat menjadi 4,9 persen pada tahun 2022.

IMF juga memangkas perkiraan pertumbuhan AS pada tahun ini sebesar 1 persen menjadi 6,0 persen.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Selasa (12/10) bahwa lowongan pekerjaan AS turun 659.000 menjadi 10,4 juta pada hari terakhir Agustus, juga memberikan dukungan tambahan untuk emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Desember turun 15,1 sen atau 0,67 persen, menjadi ditutup pada 22,514 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman Januari naik 4,8 dolar AS atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 1,011,7 dolar AS per ons. (Ant)

Lihat juga...