Distanbun Aceh Lakukan Sertifikasi 2.666 Ton Benih Padi

BANDA ACEH — Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh melakukan sertifikasi sebanyak 2.666 ton benih padi pada 2021 sekaligus terpasang QR barcode, dalam upaya menghindari peredaran benih padi tidak bersertifikat atau palsu di tengah masyarakat.

“Hasilnya melebihi target tahun kemarin, mencapai 2.666 ton benih padi tersertifikasi, sedangkan target kita hanya 2.500 ton,” kata Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Distanbun Aceh Habiburrahman di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan 2.666 ton benih padi yang tersertifikasi itu berasal dari sumber benih penangkaran, sedangkan sumber benih bantuan pemerintah yang tersertifikasi pada 2021 sebanyak 158 ton sehingga total keseluruhan sebanyak 2.825 ton.

Sedangkan benih yang sudah menggunakan sistem barcode/QR pada 2021 sebanyak 2.260 ton.

Tujuan bercode ini untuk memudahkan masyarakat dalam mendeteksi setiap benih yang dibeli, apakah sudah tersertifikasi atau belum, sehingga petani tidak salah saat membeli.

“Artinya, enggak ada pun bantuan benih ini dari pemerintah, petani hari ini sudah mulai menggunakan benih bersertifikat. Itu edukasi kita hari ini melalui jargon Na Berkat atau Gunakan Benih Bersertifikat,” kata Habiburrahman.

Ia menilai Aceh masih menjadi salah satu produsen terbesar untuk tanaman pangan. Bahkan, daerah Tanah Rencong itu juga masuk dalam jajaran enam besar daerah yang melakukan sertifikasi benih terbanyak di Indonesia.

Memang, lanjut dia, masih ada petani di wilayah paling barat Indonesia itu yang masih menggunakan benih padi tidak bersertifikat, namun jumlah sudah sangat kecil. Apalagi masyarakat bisa mengawasi benih bersertifikat tersebut melalui QR barcode melalui telepon genggam berbasis Android atau IOS.

Lihat juga...