Nangkadak Penambah Estetika Sumber Buah Segar
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG, Cendana News – Budidaya tanaman cepat berbuah jadi dambaan petani. Varietas nangkadak (persilangan nangka dan cempedak) salah satunya.
Martinah, warga Kelurahan Garuntang, Kecamatan Teluk Betung Selatan memilih nangkadak sebagai tanaman penghasil buah dan penambah estetika halaman.
Ia mengaku sudah membudidayakan sejak enam tahun silam. Bibit diperoleh dari pedagang tanaman keliling seharga Rp50.000.
“Awalnya menanam kelengkeng, jambu jamaica dan nangkadak, namun karena menanam saat musim kemarau hanya tersisa nangkadak yang rimbun dan berbuah lebat,” terang Martinah saat ditemui Cendana News, Senin (15/8/2022).
Martinah bilang, pohon dirawat dengan pemupukan NPK dan urea. Ia juga memberikan pupuk organik dari kompos sisa pembakaran sampah daun, sayuran.
Martinah mengatakan, dari awal bibit hingga berbuah pertama butuh waktu hingga tiga tahun. Berbuah rata rata 30 hingga 50 buah dan mampu menghasilkan 2-3 kilogram per buahnya. Buah akan menguning bagian kulit sebagai tanda buah matang.
“Daging buah lebih tebal, aroma wangi bisa jadi bahan minuman segar dan gorengan,”ulasnya.
Berbeda dengan buah nangka, nangkadak sebut Martinah tidak bisa disayur. Semula sebagian tetangga mencoba untuk mengolah nangka namun memiliki rasa pahit berbeda dengan nangka.
Sebagai tanaman persilangan nangka dan cempedak, Martinah bilang nangkadak jadi sumber buah segar. Berbuah sepanjang tahun atau tidak kenal musim ia bisa memanen saat buah tua.
“Buah tua ditandai kulit yang mulai kuning, aroma akan tercium wangi,”ungkapnya.
Buah yang wangi, tebal bisa dikonsumsi sebagai buah segar. Ia juga bisa mengolahnya menjadi nangkadak goreng. Sebagai alternatif produk kuliner, ia juga pernah mengolahnya menjadi keripik.