Petani Sleman masuki tahap akhir masa panen jagung
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA, Cendana News – Sejumlah petani di wilayah Sleman mulai memasuki panen tahap akhir komoditas jagung pada bulan Oktober tahun ini.
Meski telah memasuki musim penghujan, namun hasil panen komoditas jagung di sejumlah wilayah masih terpantau menunjukkan hasil menggembirakan.
Seperti dirasakan salah seorang petani jagung, Harjo Suwarno, asal dusun Kalibulus, Bimomartani, Ngemplak, Sleman.
Petani jagung ini menyebut mampu mendapat hasil panen jagung sebanyak 1,5 ton di lahan miliknya seluas 1700 meter persegi.
Jumlah ini terbilang masih cukup bagus, mengingat banyak petani lain yang tidak bisa mendapat hasil maksimal akibat terimbas kondisi musim penghujan yang datang lebih awal.
“Hasil panen cukup bagus. Bisa dapat 1,5 ton. Karena lahan disini cukup mendukung meski musim hujan turun lebih awal,” katanya.
Menurut Harjo, tanaman jagung memang idealnya ditanam di musim kemarau karena tidak membutuhkan pengairan dalam jumlah banyak.
Pertumbuhan tanaman jagung justu akan terhambat bahkan mati jika terendam air dalam jangka waktu yang lama.
“Karena itu kuncinya yang penting lahan jagung jangan sampai tergenang. Saluran pembuangan air harus lancar, sehingga air bisa lewat. Disini kebetulan lahan mendukung,” ungkapnya.
Harjo sendiri mengaku bekerja sama dengan pihak perusahaan dalam penanaman jagung di lahan miliknya itu.
Kemitraan dengan perusahaan ini dinilai lebih menguntungkan petani. Baik dari sisi penyediaan bibit, hingga penentuan harga jual hasil panen.
“Kalau kerjasama dengan PT kita akan dipasok bibit. Nanti kalau sudah panen, semua jagung langsung dibeli. Harganya juga lumayan. Rp3500 per kilo. Cukup bagus untuk saat ini,” katanya.